MA Nurul Jadid Paiton, Percontohan Madrasah Bertaraf Internasional di Jawa

http://www.jawapos.com/index.php?act=detail_c&id=295802

Madrasah Bukan Pilihan Kedua
Departemen Agama (Depag) telah menunjuk empat MA di Jawa, Kalimantan, Sulawesi, dan Sumatera sebagai pilot project Madrasah Bertaraf Internasional (MBI). Salah satunya adalah MA Nurul Jadid (MANJ) Paiton, Probolinggo, yang mengadopsi sistem pendidikan di Singapura.
————-

“DON’T disturb me,” Sherly Dwi Agustin berkata sedikit ketus kepada Nur Aini, kawannya. Dengan muka sedikit masam, gadis berjilbab itu langsung mengambil alih mouse yang sempat diutak-atik temannya itu. Nur terdiam sebentar lalu menyeringai, ’”Okay”. Sherly kembali tenang. Dia kembali asyik berkutat dengan microsoft exel-nya.

Saat ditemui Jumat (20/7) lalu di sekolahnya, Sherly dan Nur sebenarnya sedang libur. Tapi dia bersama teman-temannya sedang menyelesaikan beberapa tugas. “This is our study club,” katanya ramah.

Itulah sekelumit obrolan sehari-hari para siswi Madrasah Aliyah Nurul Jadid (MANJ) Paiton, Probolinggo. Ya, dua siswi tersebut memang diwajibkan bertutur dalam bahasa Inggris untuk berkomunikasi sehari-hari. Begitu pula dengan ke-16 kawannya, walau beberapa mengaku masih sering menggunakan bahasa gado-gado alias campuran Indonesia-Inggris.

Mereka adalah siswa kelas MBI (Madrasah Bertaraf Internasional) angkatan pertama 2006/2007 alias angkatan rintisan. Segala tugas dan tuntutannya tak beda jauh dengan kelas Sekolah Bertaraf Internasional (SBI) yang kini marak dimiliki dan dirintis banyak sekolah negeri. Tak hanya penguasaan bahasa yang jadi target, kemahiran mengoperasikan perangkat Information and Technology (ICT) pun juga jadi tuntutan.

MANJ adalah satu di antara empat MA di Indonesia yang ditunjuk Departemen Agama (Depag) sebagai Madrasah Bertaraf Internasional (MBI). Surat ikatan kerja antara Direktur Pendidikan Madrasah Direktorat Jenderal Pendidikan Islam dan MANJ resmi diteken pada tahun ajaran baru 2007/2008. Artinya, MANJ telah memiliki izin resmi operasional MIB. MANJ pun mendapat suntikan dana Rp 750 juta untuk tahun pertama. Pengembangan sumber daya manusia (SDM) dan fasilitas menjadi target utama.

Latar belakang terbentuknya MBI, menurut Kepala MANJ Malthuf Siraj, tak lain lantaran tantangan kualitas output pendidikan yang kian ketat. “Selama ini MA selalu diposisikan di nomor dua setelah sekolah umum, padahal kami juga mampu mencetak lulusan dengan kualitas yang sama,” papar pria yang juga menjabat sebagai dekan fakultas syari’ah Institut Agama Islam Nurul Jadid (IAINJ) itu.

Dalam mewujudkan produk yang bagus itulah, penekanan kemampuan sains dan bahasa diutamakan. Dua bahasa dipilih, Inggris dan Arab. Bahasa Inggris lantaran bahasa internasional, sedangkan bahasa Arab sebagai identitas MA. “Penekanannya pada keilmuan matematika, fisika, kimia, dan biologi,” kata A. Shofi, koordinator MBI.

Menurutnya, Alumni MA tak harus selalu meneruskan konsentrasi jurusan keagamaan pada jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Mereka bisa masuk ke perguruan tinggi manapun, termasuk yang berbau teknologi.

Hingga kini, beberapa siswanya MANJ telah diterima lewat jalur prestasi di beberapa perguruan tinggi negeri bergengsi macam Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Gajah Mada (UGM), dan Universitas Airlangga (Unair).

Nah, dengan MBI, jumlah siswa yang meraih prestasi tersebut menjadi lebih banyak.

Shofi menambahkan, saat ini pihaknya belum mungkin membuat seluruh kelas menjadi MBI. Pada tahun ajaran lalu, program itu baru dirintis dengan 18 siswa yang semuanya perempuan. Kini MANJ membuka dua kelas untuk siswa MBI. Terdiri atas 25 siswa dan 25 siswi dengan konsentrasi IPA (penjurusan langsung dilakukan pada semester pertama). Para siswa tersebut dipilih melalui saringan minat dan tes. Mereka haruslah siswa yang pada MTs/SMP selalu duduk pada lingkaran lima besar di kelasnya.

Dua kelas yang kini siap memulai tahun ajaran baru tersebut diberikan pengenalan mengenai MBI, termasuk kurikulum yang digunakan. Shofi mengatakan, MBI MANJ akan mengacu kepada kurikulum yang dipakai sekolah-sekolah di Singapura, yakni penaikan grade.

Target nilai dan pelajaran yang diserap siswa dibuat lebih tinggi. Misalnya, siswa yang masih duduk di kelas satu diharapkan tak merasa “sungkan” untuk melahap materi kakak kelas. Untuk materi bahasa Arab, para guru optimistis dapat memenuhi target tanpa kesulitan. Namun demikian, menurut Shofi, bercakap-cakap dengan native speaker, sang empunya bahasa, juga penting. Oleh karena itu, MANJ juga telah menyusun jadwal berkala bagi para siswanya untuk bertemu dengan akademisi dari Australia dan Mesir.

Genjotan kedua bahasa tersebut bakal dilakukan dalam tiga bulan pertama di kelas, plus pengasahan di lembaga pengembangan bahasa asing yang terletak di setiap pondok siswa. Siswa MBI akan diletakkan pada asrama yang sama agar dapat lebih sering berlatih. Setelah para siswa dinilai mulai terbiasa, ganti materi MIPA yang ditekankan. Empat dosen asal Universitas Jember (Unej) siap menjadi sumber ilmu. MANJ meminta empat dosen untuk turut pula menangani materi MIPA selain 22 guru yang telah siap.

Jadwal belajar para siswa MBI tak berbeda dengan siswa reguler. Kegiatan mulai dilakukan pada 06.00 dengan pengajian umum. Kemudian pada 07.30-13.00 adalah jam belajar di kelas dengan dua kali istirahat. Dilanjutkan dengan kegiatan ekstrakurikuler sampai pukul 16.30. Hanya pada hari-hari tertentu siswa MBI menerapkan metode full day school, menerima materi pelajaran hingga pukul 16.30.

“Siswa MBI juga memiliki hak untuk lebih sering menggunakan fasilitas ICT di sekolah. Siswa dapat mengakses internet selama enam jam sehari,” katanya. Angka itu jauh lebih lama daripada siswa kelas reguler (IPA, IPS, Bahasa, dan Agama) yang mempergunakan internet tak lebih dari 2 jam sehari.

Penguasaan ICT juga merupakan salah satu fokus ke depan MBI MANJ. Tak hanya siswa, para guru juga diminta untuk mengasah terus kemampuan penguasaan teknologinya. “Peningkatan kualitas guru dalam ICT dan bahasa memang penting. Kalau soal isi internet yang tak terhitung banyaknya,

Kami belum mengenalkan semuanya kepada siswa. Itulah yang jadi pekerjaan rumah (PR) para pengajar,” katanya.

Para siswa MBI MANJ tak dikenai biaya semahal di sekolah-sekolah negeri yang telah SBI. Mereka “hanya” membayar Rp 400 ribu untuk uang pembanguan (satu kali saat masuk), Rp 15 ribu untuk iuran komite (satu kali), SPP Rp 25 ribu, dan uang program Rp 75 ribu (setiap bulan khusus untuk MBI).

Shofi mengatakan bahwa jumlah tersebut amatlah kecil dibanding sekolah lain yang mewajibkan siswa membayar hingga ratusan ribu setiap bulan. “Para siswa kami banyak yang datang dari ekonomi menengah dan menengah ke bawah,” katanya.

Meski begitu, MANJ tak ambil pusing. Para guru mengerjakan apa yang telah ada dan siap digarap. Semuanya untuk menjadikan MA juga nomor satu layaknya sekolah umum. Sehingga seluruh cita-cita siswa dapat terwujud, termasuk impian Rofiqoh alumnus MTs Nurul Jadid yang saat ini duduk di kelas MBI, “Saya ingin menjadi dokter,” tegasnya. (anita rachman)

& Komentar

  1. salut dan bangga, dengan terpilihnya MANJ sebagai Madrasah Bertaraf Internasional. Sebagai alumnus MANJ 2004 (MAK-penulis), saya merasakan perkembangan pesat sekolah di sisi bagian timur Nurul Jadid ini. Semoga kualitas sekolah juga dibarengi dengan sistem yang bagus dan mutu pengajar yang baik pula. Kemampuan berbahasa asing, alangkah baiknya dimulai sejak dini, dengan lingungan yang mendukung dan minat siswa yang benar-benar dikembangkan. Ah, saya jadi kangen masa lalu. Hehe, gimana kabar pak? sehat?

  2. MANJ jadi MBI?Sebagai alumninya saya jadi ikut bangga juga,tp juga dengan sedikit skeptisisme. Karena agak tahu dengan isi kalbu (baca:BEIK DELEM) organisasi pengelolanya,ketika dengar berita ttg MBI ini sebelumnya dr sebuah media massa, komentar saya adalah : semoga memang benar2 begitu!!Ini adalah doa sekaligus skeptisisme.Tapi MANJ mungkin memang telah berubah menjadi baik, semoga.Apalagi ada ustad AAN simanis daari jembatan tanjung!!he he!!kolterrr aaaan!

  3. Amiiinnn… Semoga tetap manis pak…
    Hidup kolteran….!!!!!!!!

  4. pertama aku ucapin selamat buat MANJ,selanjutnya hatiku merasa sedikit tergelitik melihat respon or obrolan dari temen2 seputar MANJ dengan program MBInya, ada yang meresponnya dengan sepenuh hati, ada juga yang setengah hati(ragu2 dengan keberadaan MBI) atau mungkin ada juga yang meresponnya tampa hati(berpikir negatif).
    yang jelas semua respon yang ada adalah akibat logis dari MANJ yang sedang mengalami masa transisi reformasi kearah yang lebih mencerahkan.dalam teori sosial, masa transisi kerap kali memicu respon yang beragam dari berbagai pihak.pesanku buat MANJ: JADILAH DIRIMU SENDIRI.

  5. bagaimana caranya membuat sekolah ma bertaraf internasional? tolong dikirim lewat email. kami sekolah sma islam kepanjen yang ingin meniru jejak anda. trim

  6. selamat buat sekolah MANJ yg sudah terpilih menjadi madrasah bertaraf internasional

  7. Hm… MAK masih exist Pak?
    Gimana kabar mereka?

    :) salam sayang buat MAK Puteri…

  8. MAK harus tetap eksis dong… :) Disamping IPA yang digadang-gadang menjadi program unggulan di MBI, MAK juga tetap menjadi prioritas sebagai ujung tombak pendidikan berbasis agama di MANJ. Oya, tahun ini sekitar 5 siswa MAK ke Yaman. Yang ke mesir masih belum ada info…

  9. Halo manje! Apa kareba?
    Alhamdulillah sy skrg udh neruskan pendidikan sy di sebuah pesantren yg jg di proling!
    Sy cm nitip pesan pada pengurus (eM A Ka) ato biasa dikenal dewan musyrif! Kalo menilai siswa jangan hanya dari luarnya saja. Dan jangan gampang2 memberi keputusan yg begitu sangat tidak bermoral. Dan juga, pak, biar kami saja yg jadi korban tidak naik kelas karna percobaan hafalan al-qur’an, jangan di coba kpd adik2 kls kami! Kasian mereka! Pesan ini kami sampaikan kpd dewan musyrif, terutama musyrif barat! Terus terang saja kami tidak pernah jadi profokator untuk tdh menghafal al-qur’an!

    “ucapan terima kasih kami kpd:
    1.Bpk Nasiruddin, guru qurdis
    2.Bpk tauhid,
    3.Bpk husen,
    4.Bpk akhul mushlih
    5.Bpk badri al khoiri, dan tak lupa pd
    6.Bpk zubaidy, yg biasa d’panggil subay! Kami ucapkan terima kasih yg tiada batas!
    Dan ucapan maaf sy kpd bpk akhul mushlih, sy sering bohong pd bpk! Maafkan kami!
    Dan untuk MANJèku, semoga sukses selalu, Amien!!!

  10. Harus bisa bedakan output Aliyah, Kejuruan, dan SMA……kayaknya belum ada sejarah…. nich..! Mimpi kali ye….

  11. Sulit untuk bisa saya mengerti…..promosi lembaga nich…….

  12. Alhamdulillah…..

    pesantrenq ternyata perkembangannya cepet banget y… dah lama g denger kabar. setelah -+ 6 taon angkat kaki dari pesantren tercinta. fiuuuh……bangga aq denger kabar MANJ jadi sekolah percontohan, biarpun aq g pernah sekolah disitu. tapi seenggaknya sebagai alumni kecipratan juga bangganya.

    aq juga bangga di duniaq sekarang, jadi….”mereka2″ tidak meremehkan orang2 pondok. :D

    maju trus MANJ…..smangat trus NJ….Luph U……

  13. manj . . . . .koQ yanG msuK mEst MBI?manG proGrAm LAinnNYA g eNE’ to?tyUz q_ta mo taU dri mnA informsi tntang GENERASI iPA REGuLER??kan Q_ta jga kanGEN ma MEreKa . . . . . . .

  14. pak,buK . . . . maAPIn QTa ya . . .terutama buAt guru2 ipa:
    1.bpk.manaf
    2.bpk.iMaM
    3.bpk.prayOgi
    3.bpk.zuma
    4.bpk.zubair
    5.bu.NiTa cantik hehehehe
    6.bu siaNi jGA . . .

    karna kami telah banyak mmBuat guru2 kami g krasan d kls. . . hehehe
    karna sering buat guru2 kecewa
    karna selama di kelas 3 kami sadar bahwa kami adalah murid pling????hehehehe
    sampai2 kepala sekolah aTAu walI kelAs kami sendiRi mmIndahkan kami k kls tmUr .. . . . eitS tp jngAn saLAh itu smUa krnA bEliAu terlalaU cHAyAnK ma anak IPA2 hi . .NAR_siS dkIT . .
    karna qtA jgA perNah dkERInGIN d dpaN keLAs n jd ArtIs d stUS MANJ krna kels qta pling BERSiH ya kan pak B_T?
    seBEnaRnyA sicH masIH pAnjANG tp . . .ntar fULuSnya g cUkuP . .hehehe

    oleh kRNa itu QTa skRAng mo NGUcapin maaf yang sebesar2nYA n trima kASIh ats sEmUAnyA krena sekaranG QTa bnar2 ngerasain manFAatnya . . . . .

  15. ass.pak aan?apa kbr?msh inget ga ma irwan

  16. keren bgt ya MANJ…….bs jd MBI,,,,,,,walaupun tya bkn slh satu alumni MANJ tp ty bangga bgt,,,,,,,,cayoooooo

  17. selamat atas terpilihnya MAK menjadi sekolah bertaraf internasional semoga selalu istiqomah para pengajarnya

  18. ass……………………………slm buat bpk.yakin

    yg sbr ya pak klo mnghdpi sswa yg krng spn sprti kls XIips krn mskpn km nkl,km ttp bs jd sswa yg brprstasi ……………………….!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! tu sma krna bpk mnddk km dng rs ikhls sy mwkli kls ips mhnmaaf krna sdh buat bpk jngkel

  19. seru banget ceritanya…berarti saya masih lebih kuper dari anda..tpi klo menurut sya anda smart…


Komentar RSS Lacak Balik URI Pengenal

Tinggalkan komentar